Instalasi Stasiun Pabrik Kelapa Sawit
Proses-proses pemisahan mulai dari TBS hingga CPO dan kernel yang berkualitas dan berkuantitas dengan biaya yang efisien, aman dan lestari.
Kinerja Pabrik Kelapa Sawit diukur dari :
a. Jumlah TBS yang diolah
b. Total Rendemen
c. Losses
d. Mutu
e. Harga pokok biaya pengolahan
f. Zero Accident ( Tidak terdapat kecelakaan kerja)
g. Zero Waste ( Tidak mencemari lingkungan)
Lokasi atau letak pabrik kelapa sawit harus dipertimbangkan terhadap aspek ekonomis, teknis dan lingkungan. Adapun hal yang harus dipertimbangkan adalah :
a. Sumber TBS : Berada di tengah kebun
b. Sumber air : Jumlah, Mutu dan jarak
c. Keadaan Tanah Lokasi : Daya dukung tanah, elevasi dan ketersediaan luas lahan.
d. Badan penerima limbah Cair : Sungai, jarak dan memiliki Izin
e. Jalan/ akses : Jalan yang dapat dilintasi kendaraan berat
f. Lingkungan : Jauh dari perumahan penduduk
Rencana kapasitas kemampuan olah dari PKS untuk mengolah TBS dihitung pada jam jalan mesin kempa (pressan).
jens-jenis kapasitas : kapasitas desain, kapasitas terpasang, kapasitas terpakai dan kapasitas realisasi.
Analisis kapasitas desain :
kapasitas olah efektif = (( La x Pr)/J) x V
Dimana ; La = Luas areal TM Kelapa sawit (ha)
Pr = Produkstifitas (ton/ha/tahun)
J = Jam olah sebulan ( 550 - 600 jam)
V = ( Penyebaran panen pada persentase tertinggi)
Ada 2 Type desain Pabrik kelapa sawit berdasarkan bentuk rebusan atau sterillizer
1. Type Sterillizer Horizontal
- Kettel rebusan diletakkan secara horizontal
- Menggunakan Lori
- Menggunakan Hoisting Crane atau Tipler pengangkat buah
2. Type Sterillizer Vertical
- Ketel rebusan diletakkan vertikal
- Menggunakan conveyor
Adapun Stasiun-stasiun di Pabrik kelapa sawit adalah :
1. Stasiun Penerimaan
a. Timbangan
b. Loading Ramp
2. Rebusan ( Sterillizer)
3. Pemipilan/ Bantingan ( Striper)
4. Ekstraksi
a. Pelumatan ( Digester )
b. Kempa/ Perah ( Presser )
5. Pemurnian ( Clarification )
6. Pengolahan Biji ( Nut Pabrication )
7. Utilitas
a. Pengadaan air ( water treatment )
b. Boiler
c. Power House
d. IPAL ( Instalasi Pengolahan air limbah )
Efisiensi Proses pengolahan
Efisiensi proses pengolahan adalah Potensi hasil produksi dari proses pengolahan diperoleh maksimal dengan Loses yang minimal.
Formulasi Ukuran Efisiensi : dalam % adalah hasil produksi/hasil produksi+losess x 100%
Efisiensi Optimal = Produksi maksimal dan Losses Maksimal
Lingkup dari Efisiensi : - Rendemen Maksimal
- Losses Minimal
Losses : Potensi produksi yang hilang atau terbuang akibat dari proses produksi yang belum sempurna .
Rendemen : Persentase Produksi yang diperoleh terhadap bahan baku yang diolah.
Rendemen minyak KS : Persentase CPO yang diperoleh terhadap TBS yang di olah.
Rendemen Inti KS : Persentase inti yang diperoleh terhadap TBS yang di olah.
Buat teman-teman semua yang ingin mengetahui rumus dan faktor-faktor yang mempengaruhi dari Rendemen minyak atau Losses minyak, Besok akan saya share ke teman-teman.
Semoga bermanfaat